Sun. Apr 21st, 2024

Suara.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati turut menanggapi pernyataan kontroversial senator Australia Pauline Hanson yang viral. Dalam video yang viral, Hanson menyebut kotoran sapi bertebaran di Bali.

Cok Ace, sapaan Wagub Bali, menegaskan bahwa para petani dan peternak di Bali tidak memelihara sapi dengan cara diliarkan. Ia menyebut pernyataan Hanson sebagai sesuatu yang berlebihan.

Advertisements

“Pernyataan sapi berkeliaran itu terlalu tendensius dan berlebihan. Kita dan orang Australia bisa melihat sendiri, tidak ada itu (sapi berkeliaran),” kata Cok Ace usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (8/8/2022).

Cok Ace melanjutkan, di Bali memang tidak menganut cara-cara memelihara sapi dengan cara diliarkan, melainkan dikandangkan. Ia juga menerangkan bahwa kotoran sapi masih dibutuhkan bagi pupuk.

Baca Juga: Bayi 6 Bulan Meninggal Usai Diajak Motoran Demi Nonton Bola, Dokter Ungkap Bahayanya

“Sapi dikandangkan, kita membutuhkan kotorannya untuk pupuk dan sebagainya. Jadi, kita tidak menganut untuk meliarkan sapi-sapi kita,” ucap pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.

Karena itu, Cok Ace menilai apa yang disampaikan senator Australia tersebut tidak tepat dan tidak menggambarkan Bali.

“Wisatawan yang sudah datang langsung ke Bali tanggapannya juga berbeda. Mereka mengatakan Bali tidak seperti itu (yang dituduhkan senator Australia-red),” tegas Cok Acek.

Terkait dengan tuduhan dari senator Australia tersebut, Cok Ace meyakini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan dari Negeri Kanguru untuk berkunjung ke Bali.

Ia mengatakan sebelumnya ada travel warning (peringatan perjalanan) dan travel ban (larangan perjalanan), namum itu juga tidak mempengaruhi minat wisatawan Australia untuk datang ke Bali.

Baca Juga: Aksi Nekat Pemuda Lahap Makan Sesajen di Kuburan Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Terakhir, Cok Ace menegur Hanson untuk tidak menebar fitnah, terlebih dengan negara tetangganya sendiri.

“Janganlah seperti fitnah begitu, tidak elok, tidak bagus bertetangga seperti itu,” ujar penglingsir (tokoh) Puri Ubud, Gianyar itu.

Cok Ace menyampaikan hingga 24 Juli 2022, tercatat di Bali sudah tidak ada kasus baru penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dan saat ini sedang digencarkan kegiatan vaksinasi PMK.

Sebelumnya pernyataan senator Australia Pauline Hanson soal Bali viral di media sosial setelah menyebut banyak kotoran sapi di Bali. 

Hanson juga mengungkapkan kekhawatirannya soal warga negara Australia bisa menularkan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah datang dari Bali. [ANTARA]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *