Wed. May 29th, 2024

Jakarta, CNN Indonesia

‘Amplop bapak’ dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan tersangka Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi lelucon dalam rapat Komisi III DPR dengan sejumlah lembaga, Senin (22/8).

Momen itu bermula dari pertanyaan sejumlah anggota dewan mengenai isi amplop yang disodorkan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu. Wakil Ketua Komisi III DPR Sahroni pun menjadikannya lelucon.

“Mungkin yang Pak Anca tadi sampaikan benarkah itu ada duit di dalam, mungkin juga bisa voucher ya, mungkin juga voucher. Bisa saja voucher hotel. Kan LPSK tidak tahu duit di dalamnya,” kata Sahroni pada rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/8).


Guyonan itu mengundang tawa dari para anggota dewan. Anggota Fraksi PPP Arsul Sani pun menimpali ucapan Sahroni dengan lelucon lainnya.

“Atau voucher Formula E yang sudah enggak terpakai lagi,” ujar Arsul disambut tawa anggota dewan lainnya.

“Oke, silakan Pak Arsul,” ujar Sahroni tersenyum sambil memberi kesempatan bagi Arsul untuk menyampaikan pendapat.

Sebelumnya, publik membicarakan “amplop bapak” dalam kasus pembunuhan Brigadir J. “Amplop bapak” adalah sebutan untuk amplop cokelat yang disodorkan ke LPSK setelah memeriksa Irjen Ferdy Sambo, Rabu (13/7).

“Pengajuan permohonan perlindungan untuk istrinya. Hari ke-3 sejak pengumuman Polri tentang peristiwa,” ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (12/8).

Tudingan LPSK Bagian dari Skenario Awal Sambo

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman menuding Lembaga Perlindungan Saksi dan korban (LPSK) sebagai bagian dari skenario awal pembunuhan Brigadir J yang dibuat Irjen Ferdy Sambo.

Benny melontarkan tudingan itu setelah mendengar LPSK menemui Sambo dan Bharada E pada 13 Juli. Dia menduga LPSK mengetahui skenario yang didesain Sambo.

“Diduga kuat LPSK itu bagian dari skenario cerita awal kejahatan itu. Itu harus diselidiki betul. Cerita Bapak ini membuat saya makin yakin, Oh, kayaknya skenario awal ini sudah dikomunikasikan dengan LPSK ini dan LPSK kejebak,” kata Benny dalam rapat tersebut.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu bercerita LPSK menemui Sambo di Kantor Kadiv Propam pada 13 Juli. Dia menyebut lawatan itu untuk mengumpulkan informasi mengenai kasus kematian Brigadir J.

Edwin menyebut Sambo mengajukan permohonan kepada LPSK untuk melindungi istrinya, Putri Chandrawati. Bharada E juga mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK saat itu.

Meski demikian, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo membantah pihaknya terlibat dalam skenario Sambo. Dia menyebut Sambo mencoba menyeret LPSK, tetapi tak berhasil.

“Saya kira kalau terlibat bukan ya, tetapi bahwa LPSK dimasukkan dalam setting itu iya dan kami memang pada awalnya adalah pretensi kami inin adalah korban, tapi setelah melihat kejanggalan-kejanggalan, kami mengambil sikap,” ujar Hasto saat ditemui usai rapat.

Tak Tahu Awal Kondisi Kejiwaan Istri Sambo

Selain itu, Hasto menyatakan pihaknya tidak mengetahui kondisi kesehatan jiwa istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, sebelum insiden penembakan Brigadir J.

Menurutnya, pihaknya baru mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Putri usai kasus pembunuhan berencana Brigadir J terjadi

Sebelumnya LPSK menyatakan Putri memiliki tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa. Hal ini ditemukan usai Putri menjalani pemeriksaan medis (psikiatri) dan psikologis oleh LPSK pada Selasa, 9 Agustus 2022 lalu.

“Kami enggak tahu, kita kan tahunya setelah kejadian,” kata Hasto kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (22/8).

Ia pun mengaku tidak mengetahui apakah ada hubungan antara kondisi kesehatan jiwa Putri dengan rencana pembunuhan Brigadir J.

Hasto juga menyatakan pihaknya tidak mengetahui tingkat stres atau tekanan yang dialami oleh Putri.

“Kami tidak tahu, stres atau tekanannya itu apa kami tidak tahu,” ujarnya.

(dhf, mts/kid)

[Gambas:Video CNN]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *