Tue. Jul 23rd, 2024

Kami berangkat dari sebuah hits dan ada ciptaan dari senior saya, Titiek Puspa

Jakarta (ANTARA) – Grup legenda rock n roll Indonesia Dara Puspita akhirnya kembali setelah 52 tahun tak bermusik. Menyebut diri sebagai “nenek-nenek gokil”, penampilan band yang besar era 1960an ini memang membuat penonton berdecak kagum.

Dara Puspita hadir dengan formasi lengkap yakni Titiek Hamzah (vokal, bass), Titiek AR (gitar), Lies AR (gitar) dan Susy Nander (drum).

Band rock n roll wanita pertama di Indonesia ini langsung mendapat sambutan yang meriah saat muncul di panggung. Lagu “Surabaya” pun menjadi pembuka penampilan mereka.

Baca juga: David Bayu akui panik tampil sendiri di panggung

“Bawa satu lagu saja saya udah teler. Setelah 52 tahun, saya dihubungi Synchronize mau enggak muncul, saya bilang iya,” ujar Titiek Hamzah saat tampil di panggung Synchronize Fest 2022 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (8/10) malam.

Meski sudah berusia senja, Dara Puspita tetap semangat bermusik. Keempatnya terlihat sangat piawai dengan alat musik masing-masing dan menikmati pertunjukannya.

Para penonton yang usianya lebih cocok menjadi cucu dari personel Dara Puspita juga terus memberikan semangat dengan ikut goyang sambil sesekali meneriakkan, “Keren, Oma!.”

“Kami berangkat dari sebuah hits dan ada ciptaan dari senior saya, Titiek Puspa. ‘Marilah Kemari’, mari ikut bernyanyi bersama nenek-nenek gokil,” kata Titiek Hamzah

Hentakan musik dari Dara Puspita membuat siapa saja yang mendengarkan ikut berdendang.

Baca juga: White Shoes & The Couples Company rayakan 20 tahun di Synchronize 2022

Meski Titiek Hamzah beberapa kali mengambil jeda istirahat dengan duduk di depan drum, penampilan Dara Puspita begitu sempurna.

Dara Puspita juga mengundang beberapa penyanyi perempuan seperti Endah dari Endan & Rhessa, Bonita, Nona Ria dan Fluer.

“Ada Endah, Bonita, Fluer, dan dara Pusnenek,” kata Titiek Hamzah.

Para penampil wanita ini membawakan “”Pantai Pattaya”, “Hey Kasih”, “Whole Lotta Love” dari Led Zedplin, “Na Na Hey Hey Kiss Him Goodbye” dari Steam dan “Pesta Pak Lurah”.

“Semoga musisi wanita lebih gegap gempita dan hidup sempurna dalam musik di Indonesia,” kata Titiek Hamzah sebelum mengakhiri pertunjukan.

Titiek Hamzah juga meminta kepada seluruh penonton untuk bersama-sama menyanyikan “Padamu Negeri” sebelum meninggalkan panggung.

Baca juga: Reuni haru Cokelat setelah 12 tahun berpisah

Baca juga: Alam membuat heboh Synchronize dengan “Mbah Dukun”

Baca juga: Nostalgia album “My Diary” Mocca di Synchronize 2022

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *