Fri. Jun 14th, 2024

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjelaskan investasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN terbuka lebar. Dia meminta semua investor tidak perlu ragu dan bimbang, karena payung hukumnya sudah jelas yaitu UU Nomor 3 Tahun 2022 yang telah disetujui 93 persen dari fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI.

Investasi terbuka lebar, mau di mana? Di sebelah mana? Di kawasan inti ya harganya beda. Ada finansial center, healthcare center, education center, silahkan,” ujar dia dalam acara Pre Market Sounding Proyek Ibu Kota Negara di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya memberikan kesempatan yang pertama kepada investor. “Ini kesempatan emas yang tidak terulang lagi,” kata dia. “Kurang apa lagi? Kalau masih ada yang belum yakin jadi kurang apa lagi? Tidak perlu lagi untuk dipertanyakan.”

Pemerintah secara resmi menjadikan Nusantara sebagai nama calon ibu kota negara baru yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penamaan tersebut dengan alasan Nusantara merupakan nama yang menggambarkan keseluruhan Indonesia.

Presiden Jokowi menuturkan, di IKN pemerintah ingin membangun Indonesia sentris bukan Jawa sentris, karena Indonesia bukan hanya Jawa, tapi ada 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke. Namun, saat ini 58 persen dari PDB Ekonomi terpusat di Jawa, populasi 56 persen atau 149 juta ada dan bermukim di Jawa.

“Betapa Jawa ini terbebani oleh jumlah yang sangat besar, oleh sebab itu butuh keadilan ekonomi, pemerataan pembangunan, ini yang ingin kita hadirkan dengan membangun ibu kota nusantara,” kata Jokowi.

Dia juga menegaskan pindah Ibu Kota bukan sekadar memindah gedung kementerian, Istana Presiden, atau memindahkan gedung Istana Wakil Presiden. Menurut Jokowi, pemindahan ini bukan soal fisik, tapi yang ingin dibangun adalah budaya kerja baru, mindset baru, dan ekonomi baru.

Indonesia sebagai negara besar, Jokowi berujar, harus berani melangkah punya agenda besar, ini demi kemajuan negara. Jika tidak berani transformasi dari sekarang sampai kapanpun Infonesia akan sulit menjadi negara maju. “Ini saatnya mencatat sejarah Indonesia dan melakukan lompatan untuk menjadi pelaku sejarah Indonesia masa depan,” kata Jokowi.

Baca Juga: Pre Market Proyek IKN, Jokowi: Pindah Ibu Kota Bukan Soal Fisik tapi Budaya Kerja Baru

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *