Sun. Feb 25th, 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Turki masih menggantung nasib Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara menyampaikan harapannya untuk melihat langkah-langkah konkret dari Swedia untuk memenuhi kewajiban anti-terorisme sebelum bergabung dengan NATO bersama tetangganya, Finlandia.

Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan di Ankara, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan dia memahami perjuangan Turki melawan terorisme dan bersumpah untuk memenuhi komitmen keamanan yang dibuat negara Nordik untuk mendapatkan dukungan Ankara masuk ke NATO.

Advertisements


“Dalam pertemuan kami, kami secara terbuka menyampaikan harapan kami untuk langkah-langkah konkret terkait implementasi ketentuan dalam memorandum tersebut,” kata Erdogan, dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2022).

Adapun, Swedia dan Finlandia mendaftar untuk bergabung dengan NATO pada bulan Mei sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina.

Namun Turki, anggota NATO, mengajukan keberatan dengan alasan masalah keamanan terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dan kelompok-kelompok lain, dan atas larangan ekspor senjata negara-negara Nordik.

“Saya ingin meyakinkan semua orang Turki, Swedia akan memenuhi semua kewajiban yang dibuat untuk Turki dalam melawan ancaman teroris,” kata Kristersson.

Ketiga negara menandatangani sebuah memorandum pada Juni yang mencabut hak veto Turki sementara mengharuskan Swedia dan Finlandia untuk mengatasi kekhawatiran yang tersisa.

Pada September, setelah memorandum tersebut, Swedia dan Finlandia mencabut larangan ekspor peralatan militer ke Turki, sebuah langkah yang disambut sebagai langkah positif oleh Erdogan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

NATO Bakal Tekan Erdogan soal Swedia & Finlandia, Berani?


(luc/luc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *