Thu. Feb 22nd, 2024

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai transisi energi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi bersama. Namun, kata dia, pemerintah tetap mendorong agar investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) berjalan kondusif agar peningkatan produksi tercapai.

Maka itu, Airlangga melihat perlu berbagai kebijakan untuk mendorong minat investasi. Apalagi, kata dia, peningkatan produksi migas di dalam negeri merupakan cita-cita bersama dan sudah dibahas sejak bertahun-tahun lalu.

“Tentunya perlu ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh SKK Migas dengan situasi iklim investasi maupun insentifnya ini bisa lebih baik di samping itu juga mendorong transisi energi yang mengarah pada energi baru dan terbarukan,” kata Airlangga melalui tayangan video di acara 3rd International Oil and Gas Conference 2022  di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis, 24 November 2022.

Advertisements

Baca juga: RI Dapat Pembiayaan Transisi Energi Rp 311 Triliun, Sri Mulyani Cs Siapkan Proyek

Demi menjaga investasi di hulu migas tetap berjalan secara kondusif, kata Airlangga, insentif–baik fiskal maupun non-fiskal–perlu dibahas secara mendalam antara pemangku kepetingan. Di KTT G20 pada 15-16 November lalu, ada sebuah kesepakatan bersama terhadap masalah itu. 

Di sisi lain, Airlangg melanjutkan transisi energi yang menjadi salah satu fokus negara-negara G20 juga tak mudah mudah dilaksanakan terutama di tengah situasi geopolitik yang tak menentu setelah invasi Rusia ke Ukraina. “Hal ini dilihat dari fluktuasi dan tingginya harga energi, terutamanya gas sampai hari ini, termasuk harga BBM di Indonesia,” ucap dia.

Selanjutnya, tantangan ekonomi 2023….

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *