Wed. Jul 24th, 2024

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menyerukan soal stabilitas politik menjelang Pemilu Presiden dan Legislatif yang akan tinggal setahun lagi, yaitu pada Februari 2024. Kali ini seruan disampaikan di depan masyarakat adat suku Dayak, agar bisa menghindari gesekan dan benturan dengan kelompok masyarakat lainnya.

“Jangan sampai ada, yang apalagi mengadu domba, hati-hati,” kata Jokowi saat bertemu masyarakat adat Suku Dayak dalam acara Bahaupm Bide Bahana dari organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, 29 November 2022.

Baca: 9 Pernyataan Bola Liar Jokowi Soal Capres 2024, Terakhir Soal Rambut Putih dan Kerut Wajah

Bukan kali ini saja Jokowi menyampaikan pesan untuk menjaga stabilias politik menjelang pemilu 2024. Beberapa hari lalu, Jokowi juga menyampaikan permintaan kepada calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bakal bersaing di 2024 untuk menjaga suasana politik tidak sampai memanas.

Minta tak ada politisasi agama

Salah satunya, Jokowi meminta agar tidak ada satupun yang mempolitisasi agama untuk kepentingan pemilu. “Polisasi agama, jangan! kita sudah merasakan dan itu terbawa lama,” kata Jokowi dalam acara Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Munas HIPMI di Solo, Jawa Tengah, Senin, 21 November 2022.

Tak hanya politisasi agama, Jokowi meminta capres dan cawapres untuk menghindari politik SARA hingga politik identitas. “Jangan, sangat berbahaya bagi negara sebesar Indonesia yang sangat beragam,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dorong politik gagasan

Sebaliknya, Jokowi mengimbau agar yang muncul adalah politik gagasan. “Debat silahkan, debat gagasan, debat ide, membawa negara ini lebih baik, silahkan, tapi jangan sampai panas,” ujarnya.

Hari ini di Pontianak, Jokowi juga menyampaikan pesannya kepada pemimpin Indonesia ke depan yang akan menjadi penerusnya. Bahwa, Indonesia diisi oleh berbagai suku yang beragam yang menjadi kekuatan, bukan memecah belah.

“Ini prinsip bagi pemimpin Indonesia, siapapun, sebagai negara besar kita harus menyadari mengenai keberagaman itu,” kata Jokowi.

Baca: Video Minta Izin Tempur ke Jokowi Viral, Benny Rhamdani: Masa Nggak Boleh Marah

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *