Sun. Feb 25th, 2024

TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah bakal menguat tahun depan. Sementara ini, rupiah masih mengalami pelemahan lantaran dolar terus menguat. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan The Fed yang terus menaikkan suku bunga.

“Kalau ketidakpastian global menurun, rupiah cenderung ke fundamental. Dan kami yakin tahun depan nilai tukar akan menguat ke fundamental,” kata Perry dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023 di Hotel Ritz Carlton, Rabu, 21 Desember 2022.

Baca: Rupiah Ditutup Melemah di Level 15.619 per Dolar AS, Ini Sebabnya

Advertisements

BI juga memperkirakan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berada di angka 4,5 persen sampai 5,3 persen. Dengan inflasi akhir tahun 2022 sebesar 5,4 persen, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memprediksi semester I tahun 2023 inflasi inti akan berada di bawah 4 persen.

“Saya kira di penghujung tahun kita harus 3S. Syukur, semangat, dan sinergi,” ujar Perry dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu, 21 Desember 2022.

Sebelumnya, Head of Macroeconomic & Financial Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berkisar pada 15.000 sampai 15.200 per dolar Amerika Serikat pada 2023.

“Kami masih memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.000 sampai Rp15.200 per dolar AS karena faktor ketidakpastian yang masih tinggi. Kalau surplus neraca dagang lebih rendah, rupiah berpotensi melemah,” katanya dalam Mandiri Economic Outlook Kuartal IV 2022 yang dipantau di Jakarta, Selasa 20 Desember 2022, dikutip dari Antara.

Hanya saja, pada akhir tahun 2022 ini terdapat capital inflow atau aliran modal asing masuk ke obligasi Indonesia yang akan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Jadi, kalau tahun depan, kita perhatikan siklusnya mungkin menuju akhir tahun sentimen akan membaik dengan berbagai faktor ekonomi global, seperti inflasi dan suku bunga acuan yang terkendali,” imbuhnya.

Dengan perbaikan sentimen secara global, investor asing berpotensi lebih banyak masuk ke obligasi Indonesia yang memengaruhi nilai tukar rupiah.

RIRI RAHAYU | ANTARA

Baca juga: Rupiah Menguat di Level Rp 15.598, Ekspor Mampu Topang Ekonomi RI

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *