Fri. Jun 14th, 2024

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah tak ingin ada monopoli sistem berusaha pada industri. Ia menyebutkan mekanisme pasar yang harusnya diwujudkan di Tanah Air adalah pasar yang terbuka.

“Kemarin teriak-teriak tiketnya Garuda mahal. Nah, kita ada Pelita Air. Kita nggak mau industri kita dimonopoli. Market kita ini market terbuka,” kata Erick dalam konferensi pers bertajuk BUMN 2023 Tumbuh dan Kuat untuk Indonesia di kantornya, Senin, 2 Januari 2023.

Baca: Garuda Rampungkan Proses Restrukturisasi, Erick Thohir: Fly High Again

Ia menyebutkan, semua jenis industri, termasuk penerbangan, tidak boleh dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Dalam industri penerbangan, misalnya, ada beberapa BUMN yang menggarap segmen pasar yang berbeda.

“Kalau Garuda yang premium, Citilink di low cost, Pelita di tengah-tengah,” ujar Erick.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyampaikan pihaknya bakal membuat ekosistem bisnis pariwisata. “Ekosistem itu bisa terbentuk kalau kita tidak saling curiga. Ekosistem itu terjadi kalau semua stakeholder menaruh egonya di tengah. Ini yang kita dorong,” tuturnya.

Di dalam ekosistem pariwisata itu, kata Erick, nanti akan jelas pengelola bandara, tujuan wisata, hotelnya hingga moda transportasinya. Kesatuan ekosistem ini melibatkan tak hanya perusahaan pelat merah, tapi juga banyak perusahaan swasta lain yang terlibat.

“Yang namanya orang datang ke airport kan butuh taksi. Ada yang Gojek, Grab, itu kan ekosistem. Ini yang kita dorong,” ucap Erick Thohir.

Selanjutnya: Erick sebelumnya menyampaikan harapannya agar …

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *