Fri. Jun 14th, 2024

Jakarta, CNN Indonesia

Polda Sulteng mengaku telah memulangkan 54 pekerja yang sempat ditangkap pascabentrokan maut di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto menjelaskan sebelumnya total ada 71 orang pekerja yang ditangkap karena diduga terlibat dalam perusakan PT GNI.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Didik mengatakan 17 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Sementara sisanya dipulangkan lantaran dinilai tidak terlibat melakukan unsur pidana.


“Sebanyak 17 orang yang jadi tersangka, yang lainnya sudah dipulangkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/1).

Penyidik juga telah memeriksa sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk mendalami peristiwa maut tersebut.

“Untuk WNA masih dilakukan pemeriksaan, sudah diperiksa enam orang,” tuturnya.

Seluruh tersangka pekerja asal Indonesia yang terbukti melakukan perusakan dan pembakaran pabrik.

“Tersangka WNI semua. Pelaku perusakan dan pembakaran,” katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan aksi bentrokan terjadi usai adanya ajakan mogok kerja yang menimbulkan pro dan kontra di antara karyawan PT GNI.

Ia membantah kabar bahwa tenaga kerja asing (TKA) yang terlebih dahulu menganiaya tenaga kerja Indonesia (TKI) serta informasi terkait penjarahan.

“Dipicu karena ada provokasi yang muncul karena ada ajakan mogok kerja dan ada beberapa peristiwa yang terkait masalah industrial yang saat itu sedang dirundingkan,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (16/1).

Listyo menyebut setelah penolakan itu juga muncul unggahan viral yang seolah-olah terjadi pemukulan oleh TKA. Menurutnya hal itu juga diduga menjadi pemicu terjadinya bentrokan.

“Kemudian viral seolah terjadi pemukulan oleh TKA terhadap TKI sehingga ini kemudian memunculkan pengaruh provokasi kemudian mengakibatkan terjadinya penyerangan,” kata dia.

(tfq/isn)

[Gambas:Video CNN]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *