Thu. Jun 13th, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Polresta Bogor Kota, Jawa Barat, mendata pelajar yang terlibat atau hendak melakukan tawuran. Pendataan itu disertai foto dan sidik jari, untuk mempermudah polisi melakukan identifikasi apabila pelajar tersebut kembali terlibat aksi tawuran.

Hal itu, misalnya, dilakukan terhadap 15 pelajar yang diamankan lantaran diduga akan tawuran di kawasan Jembatan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Menurut Kepala Polresta (Kapolresta) Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, belasan pelajar itu diamankan pada Rabu (18/1/2023) malam. “Mereka sedang teriak-teriak untuk tawuran. Setelah itu, warga dan Satgas Pelajar melakukan pengejaran,” kata dia, Kamis (19/1/2023).

Pelajar yang diamankan itu disebut berasal dari sekolah di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu SMPN 1 Ciomas dan SMPN 2 Ciomas. Menurut Kapolresta, di lokasi kejadian sebenarnya ada sekitar 25 orang, tapi hanya 15 yang berhasil diamankan petugas.

Kapolresta mengatakan, para pelajar yang diamankan itu diambil foto dan sidik jarinya oleh tim Inafis Polresta Bogor Kota, sebagai bentuk pendataan dan catatan pelajar, serta upaya antisipasi kejadian serupa. “Selepas pengambilan foto dan sidik jari, dilaksanakan penyuluhan kepada pelajar, orang tua, dan staf pengajar dengan beberapa poin penekanan,” kata dia.

Menurut Kapolresta, para pelajar itu sudah dikembalikan kepada walinya masing-masing. Namun, kata dia, selama satu pekan mereka dikenakan wajib lapor.

Kapolresta mengingatkan para pelajar agar tidak mengikuti tawuran. Termasuk mengikuti ajakan senior yang tergabung dalam geng jalanan. Apabila ada ajakan itu, siswa diminta melapor ke wali kelas. “Kami juga menerapkan pola pembinaan yang sinergis antara wali kelas dan pihak sekolah, sebagai upaya monitor dan antisipatif,” kata Kapolresta.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *