Fri. Jun 14th, 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman punya mimpi besar untuk membuat Riyadh tidak lagi bergantung pada minyak di tahun 2030. Oleh karena itu, saat ini Saudi sedang melakukan pembangunan besar-besaran di wilayah sekitar Laut Merah.

Ada banyak proyek yang digarap Saudi akhir-akhir ini guna menarik para wisatawan mancanegara dan investor. Bahkan, negara ini membuka pintu bagi wisatawan Israel, yang selama ini dilarang masuk Arab Saudi sebagai bentuk sikap tegas atas dukungannya kepada Palestina.

“Arab Saudi akan segera mengizinkan orang Israel untuk mendapatkan visa turis untuk mengunjungi pulau Tiran dan Sanafir yang akan menyediakan hotel dan kasino,” tulis kantor berita Israel Globes yang dikutip Al Mayadeen.


Banyak wilayah baru yang saat ini sedang dalam proyek pembangunan pemerintah Saudi, salah satu diantaranya adalah Pulau Tiran dan Sanafir. Pulau itu sendiri sebelumnya dalam kendali Mesir hingga tahun 2016. Nantinya, di dua pulau itu, Saudi akan membangun kasino dan hotel megah Selain itu, akan disertakan sebuah jembatan penghubung menuju wilayah Sinai, Mesir.

Sebetulnya, masih banyak proyek ‘gila’ lainnya yang menjadi ambisi PM Mohammed bin Salman. Adapun proyek lainnya yang turut dibangun telah dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (25/1/2023), berikut diantaranya:

1. NEOM

NEOM merupakan sebuah kota baru yang sedang dibangun di wilayah Provinsi Tabuk di tepi Laut Merah. Nantinya, zona NEOM akan membentang seluas 26.500 kilometer persegi (km2). Dirancang sebagai kota pintar futuristik, NEOM akan didukung oleh energi bersih. Kota ini dijanjikan memiliki berbagai daya tarik di dalam wilayahnya.Proyek giga senilai US$ 500 miliar akan diperlakukan sebagai negara di dalam negara. Nantinya, NEOM akan memiliki zona ekonomi dan otoritasnya sendiri sehingga terpisah dari aturan yang mengatur wilayah kerajaan lainnya.

“Orang yang tinggal di sana tidak akan disebut sebagai orang Saudi tetapi akan disebut dengan sebutan ‘Neomians’, dan pembangunan tersebut direncanakan untuk memiliki jutaan penduduk pada tahun 2030,” kata Kepala Proyek Pariwisata Andrew McEvoy mengatakan kepada The National Mei 2022.

Jaringan bandara yang menjadi hub internasional juga akan dibuat. Selain itu, dalam NEOM, akan ada proyek kaca raksasa yang terdiri dari gedung pencakar langit sepanjang 170 km dengan lebar 200 meter dan tinggi lebih dari 300 meter, yang dinamakan The Line.

2. Proyek Laut Merah

Selain NEOM ada pula proyek Laut Merah bernilai miliaran riyal. Proyek ini akan terdiri dari 50 resor, menawarkan hingga 8.000 kamar hotel dan lebih dari 1.000 properti hunian di 22 pulau dan enam lokasi daratan. Destinasi ini juga menampilkan ngarai gunung, gunung berapi yang tidak aktif, dan situs budaya dan warisan kuno. Diharapkan Arab Saudi mendapat 22 miliar riyal pendapatan setiap tahun pada 2030 dan 464 miliar riyal tahun 2040 menurut laporan The Red Sea Development Company.

Fase satu dari Proyek Laut Merah dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2023. Fase kedua mencakup pengembangan empat atau lima pulau tambahan bakal dilakukan setelahnya.

3. Amaala

Resort mewah di pantai Barat Laut Arab Saudi ini akan “membatasi” NEOM dan Proyek Laut Merah. Amaala diharapkan menjadi penggerak pariwisata kerajaan. Bakal ada 2.500 kamar hotel dan 700 vila hunian pribadi, juga akan ada area ritel dengan 200 outlet. Amaala juga akan memiliki Triple Bay Yacht Club di Cagar Alam MBS yang dirancang dengan desain rumah tradisional Arab.

“Kami mengantisipasi bahwa Amaala akan menjadi pusat internasional untuk kapal pesiar mewah, dan karena itu, klub kapal pesiar membutuhkan desain kelas dunia, dipengaruhi oleh elemen alam sekitar dan warisan Arab, dan didukung oleh komitmen kami terhadap keberlanjutan,” kata Kepala Eksekutif Amaala, John Pagano.

4. Ad Diriyah

Terletak di pinggiran Riyadh, Ad Diriyah dianggap sebagai “permata warisan”. Pengembangan senilai US$ 17 miliar akan mencakup beberapa resor mewah, termasuk merek hotel internasional utama.

Gerbang Diriyah I akan menampilkan 18 hotel dalam komunitas perkotaan tradisional serba guna yang akan dibuat dengan gaya arsitektur Najdi otentik. Ini identik dengan design khas desa-desa yang menggunakan bata lumpur dan plester yang sama seperti yang dilakukan ratusan tahun lalu.

Gerbang Diriyah II direncanakan sebagai pengembangan serba guna berskala Paris, berfokus pada pejalan kaki, dengan semua aset hiburan budaya. Gerbang Diriyah III akan memiliki aspek perumahan yang besar.

Mega proyek ini bernilai senilai US$ 50,6 miliar. Ini diharap mampu mendatangkan 27 juta pengunjung domestik dan internasional pada tahun 2030.

5. Qiddiya

Sama seperti Ad Diriyah, proyek di pinggiran Riyadh ini akan mengusung konsep hiburan. Ini mencakup taman hiburan Six Flags, lapangan golf, dan kompleks seni. Qiddiya Investment Company pada bulan Februari memberikan kontrak senilai US$746,6 juta kepada perusahaan patungan Alec Saudi Arabia Engineering dan Contracting dan El Seif Engineering Contracting untuk pembangunan taman hiburan air pertama dan terbesar di kawasan itu.

Taman ini akan berdiri di atas tanah seluas 22,5 hektar dan akan menjadi rumah bagi 22 wahana dan atraksi, termasuk sembilan yang akan menjadi ‘yang pertama di dunia’. Ini akan mencakup sembilan zona, terinspirasi oleh hewan yang menghuni daerah sekitar Qiddiya.

Beberapa wahana telah dirancang untuk menggunakan air 75% lebih sedikit dibandingkan dengan yang lebih konvensional di taman air lainnya. Pada tahun 2030, Qiddiya berharap dapat menarik hingga 17 juta pengunjung setiap tahunnya

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Israel Mau Serang Iran, Minta Dukungan Arab


(Anisa Sopiah/ayh)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *