Sun. Feb 25th, 2024

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara atau Menteri BUMN Erick Thohir meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggali potensi industri yang dapat meningkatkan kemajuan wilayahnya dan menyerap tenaga kerja. 

Erick menyebut, Kalimantan Barat mempunyai potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, namun sampai hari ini belum ada industrial estate. 

Baca: Jumlah Bandara Internasional Dipangkas Setengahnya, Erick Thohir: Jangan Ada Pemborosan Baru

Advertisements

“Untuk Kalbar, pemerintah akan membangun pelabuhan, namun industrial estate-nya ada tidak?” ujar Erick saat kunjungan kerja di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 4 Februari 2023. 

Erick mengatakan, kebijakan pemerataan ekonomi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini. Hal itu dapat terlihat dari realisasi investasi di Indonesia pada 2021 yang tercatat mencapai Rp 1.207 triliun atau 100,6 persen dari target awal sebesar Rp 1.200 triliun.  

Realisasi ini pun lebih dominan berada di luar Pulau Jawa, yakni mencapai 53 persen. 

“Kalbar pun harus memanfaatkan momentum ini dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Erick. 

Erick menilai, kehadiran kawasan industri akan memperkuat ekosistem dari infrastruktur hingga sumber daya potensial yang dimiliki Kalbar, sehingga bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tumbuh, melainkan juga berdampak pada pembukaan lapangan bagi masyarakat sekitar. 

“Pemerintah pun telah dengan tegas untuk terus meningkatkan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Setiap daerah, termasuk Kalbar, harus mampu mencari dan mengeluarkan potensinya yang berbeda dengan wilayah lain,” kata Erick. 

Dia menambahkan, “Bapak Presiden kemarin sudah bilang, ayo dong masing-masing daerah punya carbon copy, keunikan masing-masing, tidak semua dari nikel atau bauksit, nah itu. Jangan berpangku tangan pada pemerintah pusat, tapi pemerintah daerah juga harus mampu,” katanya.

Erick Thohir menyampaikan setiap pembangunan tentu memerlukan proses dan konsistensi. Ia mencontohkan pengembangan nikel sejak 2017, baru terlihat pada lima tahun kemudian. Untuk itu, Erick selalu menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap pembangunan yang dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat.  

“Inilah yang saya bilang, melanjutkan kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia harus terus terjadi. Tapi terkadang, ganti pemimpin, ganti kebijakan, ini yang terjadi. Makanya kita harus ganti kultur, menghargai kebijakan yang ada, jangan semuanya salah,” kata Erick Thohir.

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Baca: Minyak Goreng Langka, Faisal Basri: Masalahnya Pemerintah Sembrono Menetapkan Dua Harga CPO

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *