Sun. Apr 21st, 2024

Suara.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo anggarkan Rp437 miliar untuk program penyelenggaraan jalan pada 2023. Perbaikan jalan melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng dilakukan dengan sistem pemeliharaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan.

Pemeliharaan rutin jalan adalah kegiatan merawat dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap sesuai Permen PU No. 13/PRT /M/2011.

Sedangkan rehabilitasi adalah pemeliharaan berkala jalan, yakni kegiatan penanganan pencegahan terjadinya kerusakan yang lebih luas dan setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana.

Advertisements

Sedangkan rekonstruksi jalan adalah peningkatan struktur yang dapat meningkatkan kemampuan bagian ruas jalan yang dalam kondisi rusak berat agar bagian jalan tersebut mempunyai kondisi mantap kembali sesuai dengan umur rencana yang ditetapkan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Berikan Bantuan PLTS Rooftop untuk Ponpes Darul Falah Jekulo

Kepala DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono menuturkan bahwa pemeliharaan jalan pada 2023 sepanjang 2,404.741 kilometer.

“Kalau pemeliharaan kami lakukan sepanjang tahun dan tiap tahun pasti ada penanganan,” ujarnya, Jumat, (3/3/2023).

Hanung merinci, pada 2023 rehabilitasi jalan terbagi di 9 Balai Pengelolaan Jalan (BPJ). Yakni BPJ Cilacap meliputi ruas Sidareja-Cukangleuleus panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp2,6 miliar, Bobotsari-Belik panjang 2,5 kilometer dengan anggaran Rp4 miliar, Purbalingga-Bobotsari-Jalan Sungkono panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp2,6 miliar, Kaliori-Patikraja panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, rehab dinding penahan tanah Cilopadang-Salem panjang 100 meter dengan anggaran Rp1 miliar.

BPJ Tegal meliputi ruas Jalan Bumiayu-Salem panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Bumiayu-Sirampog panjang 0,30 kilometer dengan anggaran Rp3,5 miliar, Morongso-Tuwel-Sirampog panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Bandungsari-Pananggapan panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, dan rehab jembatan Cigareng dengan anggaran Rp2 miliar.

BPJ Pekalongan ruas Jalan Batang-Wonotunggal-Surjo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 2 miliar, Moga-Morongso panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, serta rehab Jembatan Welo Panjang panjang 60 meter dengan anggaran Rp2 miliar.

Baca Juga: Sri Mulyani Pangling Tidak Ingat Wajah Gibran, Netizen Twitter: Coba ‘Auranya’ Dibenerin Dulu Mas

BPJ Wonosobo dilakukan di ruas Wanayasa-Kalibening panjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp3 miliar. Dan, BPJ Magelang di ruas Magelang-Ngablak panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Bener-Maron-Purworejo panjang 5 kilometer dengan anggaran Rp8 M, Kutoarjo-Bruno panjang 3 kilometer dengan angaran Rp3,8 miliar.

Sedangkan BPJ Semarang meliputi ruas Semarang-Godong (Rehabilitasi Drainase) panjang 0,05 kilometer dengan anggaran Rp 1 miliar, Cangkiran -Boja- Sukorejo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Weleri – Patean panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar.

BPJ Purwodadi terdiri atas ruas Purwodadi – Klambu panjang 0,5 Km (Perbaikan Beton) dengan anggaran Rp2 miliar, Gubug – Kapung – Kedungjati panjang 0.10 kilometer dan (rehab dinding penahan tanah) Tinggi 25 meter dengan anggaran Rp 3 miliar, Singget – Doplang – Cepu (rehabilitasi Jembatan Wulung 2) panjang 40 Meter dengan angaran Rp1 miliar

BPJ Surakarta di antaranya karanganyar-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Wonogiri-Manyaran-Blimbing panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Ngadirejo-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, Wuryantoro-Pracimantoro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp1,3 miliar, rehabilitasi dinding penahan tanah Boyolali-Selo-Jrakah panjang 0,03 kilometer dengan anggaran Rp1,5 miliar. Selain itu, BPJ Pati meliputi Juwana-Todanan panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp2,6 miliar dan Jepara-Keling panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp2,6 miliar.

Untuk program peningkatan jalan melalui bagian bidang wilayah terbagi menjadi bidang wilayah timur di antaranya Todanan-Ngawen panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,7 miliar, jembatan Ganepo Sragen panjang 50 meter dengan anggaran Rp2 miliar, Ngadirojo-Giriwoyo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,7 miliar, rekontruksi jalan Demak-Godong panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp8 miliar.

“Sedangkan untuk wilayah barat ada Kutoarjo-Ketawang panjang 1,1 kilometer dengan anggaran Rp8,1 miliar, Bandungsari-Salem 1 panjang kilometer dengan anggaran Rp6,2 miliar, Parakan-Patean panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp3,7 miliar, Kersana-Bandungsari panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp4 miliar, dan Buntu-Kroya-Slarang panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp8 miliar,” jelas Hanung.

Selain melalui anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah, perbaikan jalan juga dilakukan menggunakan program Hibah Jalan Daerah dan Dana Alokasi Khusus. Yakni Batur-Dieng-Kejajar-Wonosobo sepanjang 2,2 kilometer dengan anggaran Rp15,3 miliar, Kertek-Kepil-Kemiri panjang 3 kilometer dengan anggaran Rp19,2 miliar, Magelang-Kaliangkrik-Sapuran panjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp16,4 miliar, Galih-Ngrampal panjang 1,16 km dengan anggaran Rp9,9 miliar, serta Lasem-Sale sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp17 miliar.

“Untuk saat proses lelang program rehab dan peningkatan jalan sudah selesai dan mulai tahap pelaksanaan,” tegas Hanung.

Kendati demikian, tahap pelaksanaan memang terkendala cuaca. Sebab, perbaikan jalan tidak bisa dilakukan saat hujan.

“Tapi kami komitmen untuk terus melakukan yang terbaik, dan tepat waktu,” tandasnya.

Dijelaskannya, dalam pemeliharaan jalan pihaknya melibatkan kelompok masyarakat bina marga (PokmasBima) serta masyarakat secara langsung melalui kanal aduan aplikasi Jalan Cantik.

“Semua aduan atau laporan kerusakan jalan kami terima dan ditangani,” pungkasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *