Wed. May 29th, 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Merak di Terminal Eksekutif Sosoro-Merak, Banten, Sabtu (11/3/2023). Tujuannya untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni tetap aman dan terkendali saat masa mudik Lebaran 2023.

Karena, hasil survei Litbang Kemenhub memprediksikan akan terjadi lonjakan pengguna jasa Angkutan Lebaran 2023 sampai 123,8 juta atau hampir 50% total populasi penduduk Indonesia. Untuk itu, Menhub dan pemangku kepentingan lainnya berupaya untuk memastikan volume to capacity ratio (V/C Ratio) atau perbandingan antara jumlah penumpang dan kendaraan dengan kapasitas Pelabuhan, masih dalam batas wajar dan terkendali yaitu kurang dari 0,8.

“Tadi dalam pembahasan V/C ratio akan berupaya ditekan serendah mungkin. Karenanya, akan dilakukan simulasi-simulasi secara rutin untuk memastikan target itu tercapai, ” ucap Menhub, Sabtu (11/3/2023).


Ada sejumlah langkah dan kebijakan yang ditetapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan. Pertama, menyiapkan penambahan dermaga alternatif untuk memecah kepadatan di tujuh dermaga yang ada di Merak.

Langkah kedua, Menhub mengatakan, perlu dilakukan sosialisasi secara masif oleh ASDP kepada masyarakat untuk membeli tiket secara daring (online), lebih awal atau minimal satu hari sebelum keberangkatan Ini agar jumlah penumpang dan kendaraan yang melintas dalam satu waktu tertentu dapat terkelola dengan baik.

“Kalau membeli tiketnya di hari keberangkatan maka ASDP akan mengenakan harga yang lebih tinggi,” kata Menhub.

Adapun langkah ketiga, menyiapkan buffer zone atau tempat pengendapan kendaraan, yang akan dibangun di tol arah Merak KM 97 yang diharapkan dapat mencegah terjadinya kepadatan di area pelabuhan. Tempat ini selain berfungsi sebagai tempat istirahat (rest area), juga berfungsi sebagai tempat screening untuk memastikan penumpang telah bertiket. Pasalnya, kini masyarakat sudah tidak bisa lagi membeli tiket langsung di pelabuhan.

“Sejumlah langkah yang akan disiapkan seperti menambah jumlah dermaga di pelabuhan, menambah trip kapal, mempercepat bongkar muat, menambah rest area, hingga mengelola ticketing, dimana kami secara reguler akan mengecek perkembangan ini,” tutur Menhub.

Dalam rangka mendukung tema mudik tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry telah proaktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk membeli tiket via Ferizy secara mandiri. Sudah tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga pengguna jasa dapat melakukan reservasi jauh-jauh hari, dan penumpang wajib membeli tiket melalui aplikasi “Ferizy” dan bukan melalui calo.

ASDP menerapkan pembelian tiket kapal penyeberangan ferry melalui Ferizy yang dapat dilakukan H-60 sebelum keberangkatan melalui web reservation di www.ferizy.com, aplikasi di smartphone, dan hingga gerai-gerai retail. Adapun pembelian tiket melalui Ferizy berlaku untuk layanan penyeberangan di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk dikarenakan sudah tidak ada penjualan tiket di pelabuhan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Libur Natura 2022, 800.000 Lebih Kendaraan Mudik ke Sumatera


(pgr/pgr)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *